PANGKALPINANG – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menerima penghargaan dari Walikota Pangkalpinang, Saparudin, atas keberhasilannya menginisiasi Program Kelurahan Binaan Lapas di Kelurahan Tuatunu Indah, Kecamatan Gerunggang.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Kota Pangkalpinang terhadap inovasi pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dan dinilai mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga.
Penyerahan penghargaan berlangsung bersamaan dengan pelepasan pengiriman perdana sebanyak 500 kilogram Dodol Nanas Tuatunu ke Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/6/2026), di Pondok Pesantren Manba’ul Ulum, Kelurahan Tuatunu Indah.
Pengiriman ini menjadi langkah penting bagi produk unggulan masyarakat binaan yang kini mulai menembus pasar luar daerah.
Selama ini, Program Kelurahan Binaan Lapas berfokus pada pengembangan potensi lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.
Salah satu program andalannya adalah pengolahan buah nanas menjadi produk bernilai tambah berupa dodol nanas, yang berhasil meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, mengapresiasi komitmen Lapas Kelas IIA Pangkalpinang dalam membangun sinergi dengan masyarakat dan pemerintah daerah.
Menurutnya, program tersebut membuktikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan warga binaan, tetapi juga mampu berkontribusi dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program seperti ini sangat baik karena mampu mengangkat potensi daerah sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu mendukung keberlanjutan program ini,” ujar Saparudin.
Sementara itu, Kalapas Kelas IIA Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya.
Menurut Sugeng, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam menjalankan Program Kelurahan Binaan Lapas.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan program pembinaan dan pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal,” katanya.
Selain pelepasan pengiriman dodol nanas, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penanaman bersama dalam program ketahanan pangan di lingkungan Pondok Pesantren Manba’ul Ulum.
Pada kesempatan yang sama, turut diserahkan bantuan rumah papan layak huni kepada Lembaga Adat Melayu untuk warga kurang mampu yang belum memiliki rumah.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan hunian yang layak sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga yang membutuhkan. (Rea)







