Example floating
Example floating
NASIONAL

2000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run 2026

173
×

2000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run 2026

Sebarkan artikel ini
2000 Pelari Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang dalam Jam Gadang Fun Run 2026.

BUKITTINGGI – Petjah!!! Sejak start hingga finish, sekitar 2.000 pelari dari berbagai komunitas memadati kawasan pusat Kota Bukittinggi pada International Jam Gadang Fun Run 2026, Minggu (7/6/2026). Sejak pukul 06.30 WIB, para peserta telah memenuhi garis start di depan Istana Bung Hatta dengan latar belakang ikon kebanggaan masyarakat Sumatera Barat, Jam Gadang.

Ajang yang menjadi bagian dari perayaan 100 Tahun Jam Gadang itu berlangsung meriah. Ribuan peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara untuk ikut berlari mengelilingi kota wisata yang dikenal sebagai salah satu pusat sejarah perjuangan bangsa tersebut.

“Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, kolaborasi IKA UNAND dan Pemko Bukittinggi didukung oleh berbagai kementerian dan InJourney. Jam Gadang Fun Run 2026 ini sebagai wujud kebanggaan bahwa Bukittinggi ini adalah kota bersejarah dan legendaris pariwisata Sumbar, bahkan Indonesia,” ujar Wakil Ketua Umum IKA UNAND, Imelda Sari, usai pelepasan peserta oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias.

Menurut Imelda, peringatan satu abad Jam Gadang menjadi momentum penting untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Bukittinggi kepada generasi muda serta masyarakat dunia.

Jam Gadang sendiri memiliki sejarah panjang yang melekat dengan perjalanan Kota Bukittinggi. Menara jam ikonik itu mulai dibangun pada 1926 dan selesai pada 1927. Peresmiannya dilakukan pada 25 Juli 1927 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.

“Menara jam ikonik ini dibangun pada masa Hindia Belanda sebagai hadiah dari Ratu Wilhelmina kepada sekretaris (controleur) Fort de Kock, yang saat itu merupakan nama lama wilayah Bukittinggi,” ujar Ramlan Nurmatias mengutip berbagai sumber literasi sejarah Jam Gadang.

Dengan tinggi sekitar 26 meter, Jam Gadang menjadi salah satu bangunan paling dikenal di Sumatera Barat. Mesin jamnya dibuat oleh perusahaan Vorthmann di Recklinghausen, Jerman, dan hingga kini masih berfungsi dengan baik.

Baca Juga:  Ganjar Pranowo : “Pers Harus Luruskan Informasi Yang Bengkok”

Salah satu keunikan Jam Gadang terletak pada penulisan angka empat yang menggunakan simbol Romawi “IIII”, bukan “IV” sebagaimana lazim digunakan pada kebanyakan menara jam di dunia.

Selain itu, bentuk atap Jam Gadang juga mengalami beberapa perubahan seiring perjalanan sejarah Indonesia. Pada masa Belanda, atapnya bergaya Eropa. Saat pendudukan Jepang, bentuk atap diubah mengikuti arsitektur Jepang. Setelah Indonesia merdeka, atap tersebut diganti menjadi bergaya gonjong Rumah Gadang Minangkabau yang menjadi ciri khasnya hingga sekarang.

Tinggalkan Balasan

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69