BANGKA — Universitas Bangka Belitung (UBB) membuka peluang untuk menjalin kerjasama riset dengan lembaga pendidikan tinggi dan lembaga pendidikan lainnya yang ada di luar negeri. Langkah awal untuk menjalin kerjasama itu adalah menggelar pembahasan terhadap hasil penelitian peneliti luar negeri yang diadakan di Bangka Belitung.
Untuk memperlihatkan komitmennya dalam penguatan riset internasional tersebut, Universitas Bangka Belitung penyelenggaraan seminar hasil penelitian peneliti Fulbright Program asal Amerika Serikat yang berlangsung di Balai Besar Peradaban, Kampus Terpadu Balunijuk, secara daring.
Peneliti Fulbright, David R. Holdridge, mempresentasikan hasil riset berjudul “The Effects of Various Palm Oil Waste-Derived Treatments on Tin-Mined Soils and Citronella Grass”. Penelitian tersebut mengkaji pemanfaatan limbah kelapa sawit sebagai bahan perlakuan tanah bekas tambang timah guna mendukung pertumbuhan tanaman serai wangi. Penelitian ini dilakukan bersama dosen UBB, Eddy Nurtjahya.
Dalam paparannya David menjelaskan bahwa penelitian dilakukan selama sembilan bulan melalui observasi lapangan, pengujian berbagai media tanah, serta diskusi dengan pemangku kepentingan lokal. Ia menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam praktik reklamasi lahan terganggu.
“Hasil riset ini diharapkan dapat menjadi dasar eksplorasi lanjutan dan mendorong penerapan praktik reklamasi yang lebih berkelanjutan,” ujarnya.
David juga menilai lingkungan akademik UBB sangat mendukung kolaborasi riset lintas negara dan pertukaran perspektif global.







