Example floating
Example floating
HEADLINE

RTH Imam Bonjol, Piazza Venezia-Nya Kota Padang

526
×

RTH Imam Bonjol, Piazza Venezia-Nya Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Ruang Terbuka Hijau Imam Bonjol di Kota Padang dulunya adalah Lapangan Sepakbola West Sumatran Football Association yang juga alun-alun di zaman Belanda. (*)

Oleh Khairul Jasmi

 

Sebuah peta Kota Padang terbit 1855, membuat detail sudut-sudut kota dan nama jalan serta kawasannya. Ikoniknya, Plein van Rome, atau alun-alun kota, sepertinya mirip dengan Piazza Venezia di Roma. Kelak di zaman lebih muda, bertukar nama menjadi Lapangan Sepakbola Imam Bonjol. Sejak 1901, warga Padang, China dan Belanda bermain bola di sini, dalam klub-klub yang semarak.

Kemudian pada 1995 berubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol. Pemerintah Kota Padang mulai mengembangkan hutan kota, di sanalah warga kota bermain kala senja, anak-anak dan remaja bermain sepakbola.

Lapangan ini dibangun tak lama setelah usai Perang Paderi. Sebuah iklan di Sumatra Courant, terbit di Padang edisi 10-02-1866, di halaman 3, memuat sebuah iklan dari, Toko Plein van Rome. Koran Sumatra-Bode terbit di Padang, edisi 04-06-1923, di halaman 8 ditemukan lagi iklan toko serba ada, beralamat di dekat alun-alun kota itu. Soenting Melajoe, dalam beberapa edisi sejak 1912 dan seterusnya, senantiasa menulis tentang aktivitas di alun-alun ini ketika ratu Belanda berulang tahun.

Setidaknya lapangan ini sudah berusia 170 tahun. Sebagai tempat main sepakbola, football field. Waktu itu ada West Sumatran Football Association. Lapangan ini sekaligus alun-alun, karena di depannya berdiri tempat berkumpul orang Belanda, “De Eendracht Club,” dan District Militery Commandan. Jalan Imam Bonjol sekarang waktu itu bernama Raffweg. Sedang jalan di depan Mapolres, M Yamin, dulu bernama Societeitsweeg. Jalan Bagindo Aziz Chan, dulunya Plein van Rome Dwarsweg, di sebelahnya Jalan Plein van Rome.

Selama ratusan tahun, RTH Imam Bonjol bagian dari denyut kota, tempat warga kota melayangkan pandangan atau singgah dan duduk sebentar. Sebuah foto berjudul Plein van Rome 1930 di situs Leiden University Libraries Digital Collections, memerlihatkan dua pria warga kota ma ota lamak di lapangan itu di bawah rindang pohon beringin yang ditanam Ratu Belanda. Namanya seindah kota Roma, sebab Belanda memang ingin membuat lapangan itu tempat paut-memautpertemuan warga kota dan tentara Belanda di kala senja, meski penyiksaan pribumi di bagian lain wilayah ini, terus terjadi.

Baca Juga:  Ketua DPRD Babel Sayangkan Status Bandara HAS Hanandjoeddin Tak Lagi Internasional

Kota tanpa alun-alun adalah kota yang suntuk. Alun-alun sebagai pusat kegiatan sosial, budaya dan ekonomi. Juga tempat berkumpul warga, ruang publik bersama, dan simbol identitas kota, sehingga ketiadaannya bisa mengurangi ruang interaksi dan aktivitas yang beragam, sehingga menyebabkan kesan suntuk, sepi dan kusam. Jelas saja, ketiadaan alun-alun, warga kota kehilangan titik kumpul.

Titik kumpul atau hiburan di Imam Bonjol sudah berlangsung ratusan tahun. “In en Om Padang.” Kira-kira maksudnya sekitar kota, dimuat De Locomotief, Semarang edisi 25-11-1890, di halaman dua. Koran ini melaporkan kegiatan di alun-alun Roma Padang pada 14 November 1890. Ini: Selama beberapa hari ini, kami sangat senang dengan kehadiran pasukan Jepang yang terkenal. Mereka telah mendirikan tenda di alun-alun Roma, yang dalam segala hal berfungsi dengan sangat baik. Masyarakat telah mengapresiasinya dan berbondong-bondong ke sana setiap malam. Penduduk asli, khususnya, tampaknya sangat menikmati pertunjukan akrobatik tersebut. Tetapi tidak semuanya—karena, seperti yang dijelaskan oleh seorang penduduk asli yang beradab, tidaklah pantas bagi perempuan untuk berpartisipasi—terutama dengan kostum mereka yang longgar. Sementara itu, pihak Jepang juga berbaik hati memberikan pertunjukan gratis kepada semua anak sekolah.”

Jika Anda lewat dekat RTH Imam Bonjol hari-hari ini, arena permainan anak-anak di depannya sudah kosong, di tepi jalan Hasanuddin seberang eks Telkom, berjejer orang jualan. Dari kantor PWI di depan, tampaklah taman kota nan rindang.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69