Example floating
Example floating
PT TIMAH

Siung Ramadhan, Simbol Kehadiran PT Timah dalam Kehidupan Masyarakat

391
×

Siung Ramadhan, Simbol Kehadiran PT Timah dalam Kehidupan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Foto timah.com

PANGKALPINANG (realita.news) — Di beberapa daerah di Indonesia, ada beragam tradisi penanda buka puasa seperti beduk, azan maupun lainnya. Sama halnya dengan di Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada penanda khas waktu berbuka puasa yang hanya ada di bulan Ramadhan yaitu siung dari Kantor Pusat PT Timah‎ Tbk.

Siung yang berasal dari speaker besar yang ditopang menara di Kantor pusat PT Timah Tbk ini berbunyi pada saat waktu berbuka puasa dan pada waktu memasuki waktu sahur dan saat memasuki waktu Imsyak.

Siung dari kantor PT Timah ini sudah puluhan tahun berjasa menjadi penanda waktu berbuka puasa warga Pangkalpinang. Pada hari-hari biasa, Siung ini menjadi penanda waktu masuk kantor dan waktu pulang kerja bagi karyawan PT Timah Tbk.

Dalam ekosistem bisnis modern, kehadiran perusahaan tidak hanya dianggap sebagai sebuah entitas bisnis, tapi tumbuh dan menyatu dengan kehidupan sosial masyarakat, memberikan nilai tambah melalui berbagai kontribusi dan program tanggung jawab sosial perusahaan.

Seperti PT Timah Tbk yang telah tumbuh dan berkembang bersama masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan dalam moment Ramadhan seperti ini, keberadaan PT Timah menjadi bagian dalam ciri khas Ramadhanyang ada di Bangka Belitung dengan kehadiran siungnya.

Sejarawan dan Budayawan Bangka Belitung Dato’ Akhmad Elvian menjelaskan bunyi siung mulai dikenal oleh masyarakat Bangka ketika perusahaan Tambang Timah Belanda Banka Tin Winning (BTW) mulai mengenalkan sistem mekanisasi dalam pertambangan sekitar akhir abad 19 Masehi.

Siung dalam bahasa Melayu berarti dengungan atau desingan bunyi Lebah atau Tabun yang sedang terbang mem­belah kesunyian dan keheningan.

Kala itu, fungsi siung adalah untuk menentukan awal waktu bagi pekerja tambang Timah mempersiapkan diri memulai aktivitas bekerja, mengawali kerja, waktu istirahat dan mengakhiri aktifitas kerja satu hari. Awalnya penanda waktu kerja menggunakan lonceng.

Baca Juga:  Rehabilitasi DAS di Kawasan Gunung Sepang, PT TAM dan Korem 045 Gaya Tanam 66.000 Pohon

Namun, seiring waktu siung tidak hanya berfungsi sebagai penanda waktu kerja, pada Bulan Ramadhan fungsi siung dijadikan penanda yang sangat penting bagi masyarakat.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69