Begitu dia pergi ke LA, dia mengukuhkan warisannya dengan memenangkan lima penghargaan MVP dan lima gelar NBA. Sejak masuk Islam, ia aktif mengatasi kesalahpahaman tentang agama dan budaya Islam.
- Mohamed Salah
Sepakbola telah lama berperan sebagai platform perubahan, pengaruh budaya, dan toleransi masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada contoh yang lebih baik yang dapat diberikan selain dampak Mohamed Salah terhadap Inggris dan negara-negara Eropa lainnya.
Salah bukan sekadar pencetak gol yang produktif, playmaker ulung, dan pekerja keras yang tak kenal lelah untuk Liverpool. Dia telah menjadi meteorit sosiologis yang tak terduga di sepak bola Inggris. Berperilaku dengan cara yang patut dihormati seperti halnya bakat sepak bolanya, dia rendah hati, sangat dermawan, dan sikapnya menenangkan di dalam dan di luar lapangan.
Mohamed Salah adalah duta yang baik tidak hanya untuk sepak bola tetapi juga Islam. Kedatangannya di Premier League sangat penting dalam mengurangi sentimen negatif yang ada di masyarakat Inggris tentang Islam.
- Sir Mohamed Muktar Jama Farah
Sir Mohamed Muktar Jama Farah juga dikenal sebagai Mo Farah, lahir di Somaliland. Farah adalah atlet lari Inggris paling sukses dalam sejarah Olimpiade kontemporer. Mo Farah memiliki total 10 medali emas kejuaraan global, enam dari gelar Dunia dan empat dari Olimpiade. Prestasi ini menjadikannya pelari jarak jauh pria paling sukses secara global dalam sejarah.
Mo Farah tidak hanya menunjukkan ketulusan dan kerendahan hati yang melekat, namun juga menunjukkan rasa inklusi, meritokrasi, dan dedikasi yang tinggi. Farah, seorang Muslim yang taat dan salah satu atlet Inggris yang paling dicintai dan sukses, mengatakan bahwa keimanannya memainkan peran penting dalam kesuksesannya sebagai seorang atlet.
- Ruqaya Al-Ghasra
Al-Ghasra memecahkan langit-langit kaca sebagai atlet Muslim pertama yang memenangkan Medali Olimpiade berhijab di Olimpiade 2004. Dia memenangkan medali emas di lari 200m dan perunggu di 100m di Asian Games 2006 di Doha.
Dia juga memenangkan medali di kejuaraan Asian Indoor dan Arabian dan menjadi pembawa bendera Bahrain di Olimpiade 2008. Al-Ghasra telah membuat perubahan besar di negaranya dan kawasan.

Sejak kesuksesannya, Bahrain telah menyaksikan banyak anak perempuan yang mengikuti olahraga atletik. Secara relatif, ini adalah jumlah yang kecil namun merupakan lompatan besar dibandingkan olahraga ini di negara ini beberapa tahun yang lalu.
Bahrain bahkan menjadi tuan rumah Kejuaraan Pemuda untuk Anak Perempuan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) yang pertama. Ratusan anak muda dari Bahrain, Qatar, Oman dan Kuwait berbaris bermimpi bahwa mereka juga bisa menjadi Roqaya Al-Gassra berikutnya. (rn/detik)









