“Sebagai sejarawan, saya mengapresiasi komitmen PT TIMAH yang terus mendukung pelestarian sejarah. Setelah lebih dari tujuh tahun Depati Amir dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, kini dilakukan penguatan melalui rekonstruksi ilustrasi wajah yang telah mendapat persetujuan keluarga di Kupang,” ujarnya.
Ia berharap hasil rekonstruksi tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan pengajuan ke Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Perwakilan keluarga, Dewi Sulita Bahren, mengungkapkan rasa haru saat melihat hasil rekonstruksi yang dinilai lebih realistis dibandingkan gambar yang selama ini beredar.
“Terima kasih kepada PT TIMAH yang terus memberikan dukungan baik saat proses pengusulan Pahlawan Depati Amir maupun proses rekontruksi gambar Depati Amir,” ucapnya.
“Kami terharu dan bangga betapa kakek moyang kami (Depati Amir) rela meninggalkan kenyamanan dan memilih untuk bergerilya di hutan melakukan perlawanan terhadap ketidakadilan penjajahan saat itu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Zainal Abidin yang mengaku merasakan getaran emosional saat pertama kali melihat hasil rekonstruksi tersebut.
“Saya merinding pertama kali melihat hasil rekontruksi gambar Depati Amir. Sosoknya tergambar tegas, dengan tatapan tajam dan postur yang kuat. Ini mencerminkan semangat perjuangan beliau dalam melawan ketidakadilan,” tuturnya.
Sementara Departemen head Corporate Communication PT TIMAH (Persero) Tbk, Anggi Siahaan menyampaikan bahwa proses rekonstruksi ini telah dilaksanakan beberapa bulan ke belakang.
Tim Rekonstruksi dari PT TIMAH berkolaborasi dengan sejarawan dan juga Keluarga keturunan untuk mendapatkan gambaran tentang visual Depati Amir, baik dari referensi utama yang kita miliki dan juga data sekunder wawancara dan pendapat lainnya.
Menurut Anggi, hal ini adalah bentuk komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam mendukung pelestarian sejarah dan penghormatan terhadap jasa pahlawan nasional Depati Amir.
“Alhamdulillah, proses rekonstruksi berjalan lancar dan telah mendapatkan persetujuan dari keluarga serta sejarawan. Ini menjadi langkah penting untuk menghadirkan representasi visual Depati Amir sebagai Pahlawan Nasional, kebanggaan Bangka Belitung,” demikian Anggi. (*)







