“Kami berharap dengan perbaikan dan pengecatan ulang ini, Tugu Gempa akan terus menjadi pengingat atas bencana dahsyat yang pernah terjadi. Lebih dari itu, tugu ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan,” kata Andree Algamar.
Perbaikan Tugu Gempa dilakukan secara tepat waktu menjelang peringatan tanggal 30 September, sehingga masyarakat yang datang ke tugu dapat melihatnya dalam kondisi yang lebih baik dan terawat.
“Tugu ini tidak hanya simbol peringatan tragedi 2009, tetapi juga bagian penting dari sejarah Kota Padang dan Sumatra Barat. Peringatan ini harus menjadi momen refleksi untuk memperkuat mitigasi bencana serta kesiapsiagaan di semua lapisan masyarakat,” tambahnya. (*)







